Senin, 10 November 2014

Senin, 03 November 2014

Resep Masakan : Cumi tepung saus tiram


Bahan
1. Cumi 500 gram -> bersihkan, buang tintanya, potong potong seperti cincin
2. Minyak Goreng
3. Tepung bumbu serbaguna
4. Kuning telur 1 buah
Bumbu
1. Bawang Putih 2 siung -> iris tipis tipis
2. Bawang Bombay 1 Buah -> iris
3. Cabe merah 3 biji -> iris
4. Kecap manis 1sdm
5. Saus tiram 3sdm
6. Garam, Lada, Royco secukupnya
7. 250 ml air
8. 1 sdm tepung maizena
9. 4 sdm mentega

Mari Masaaak!
1. Tepung serbaguna dibagi menjadi dua mangkok, mangkok pertama campurkan dengan kuning telur dan sedikit air (kurang lebih 1 gelas kecil); mangkok kedua hanya tepung bumbu saja. Tanpa campuran!
2. Cumi yg sudah dipotong-potong masukan ke mangkok pertama kemudian gulungkan ke mangkok kedua.
3. Goreng cumi dalam wajan panas. (tips : cumi dimasak jangan lebih dari 3 menit karena terlalu lama memasak cumi bikin cumi keras)
4. Sisihkan cumi yg sudah digoreng
5. Panaskan mentega, tumis bawang putih, bawang bombay dan cabe sampe harum.
6. Masukan kecap manis, saus tiram, royco, lada dan garam.
7. Tuangkan air 250 ml. Aduk sampai mendidih.
8. Masukan cumi yg sudah di goreng. Aduk aduk sebentar.
9. Masukan tepung maizena.
10. Aduk aduk sampai kuah mengental.
Voilaaaa~ jadii! 
Gimana? Mudah kan?

Tips : Bisa ditambahkan daun bawang bagi yang suka biar menambah kesan hijau hijau pada masakan, atau bagi yang suka pedas tambahkan saja cabe nya kalo perlu cabe rawiit 😬☺️

sekian. Sangkyuuu~

Sabtu, 01 November 2014

Dan DIA

Well, good day everyone?
Disini masih belum hujan sejak 2 bulan yang lalu dan rasanya masih panas sekali. Sampai sampai yang teringat di siang hari ini adalah semangkuk es campurnya Mutiara yang berjarak tak jauh dari spbu Sukoharjo-Solo. 😲😳

Kalian semua lagi pada ngapain jam segini? Shalat? Tidur? Wifian? Masih kerja atau di sekolah kah?
Tanya saat ini sedang apakah diriku?
Aku sedang menunggu. Menunggu orang yang selalu datang 15 menit lebih lama dari perjanjian kami, orang yang selalu menunda waktu kepergian bersama kami.

Hari ini, sedang ingin membicarakan sedikit masalah pribadi ya. Mungkin membacanya bisa di sambi minum es teler atau sup buah biar lebih seger. 😬

I have a special man. No no no. Special boy. I think he isn't a man, yet. He is on his way to be a man. Aamiin.

I have known him since my first year at university. He is one of my friends. Hang out friends. Kami sering sekali bermain bersama. Kami berempat. Aku, Dia, Astri dan Ipul. Kami kemana mana bersama, mencoba makanan baru, tempat main baru, saling cerita cerita pengalaman alay  jaman SMA.

Dia, bukan laki-laki yang banyak bercerita. Cenderung tertutup dan lebih banyak memperhatikan.
Dia, sering nya tersenyum.
Dia, terkadang melakukan hal hal bodoh dan kemudian menyeringai tanpa dosa.
Dia, seorang pendengar. (kelebihannnya disini, he is a very good listener.)
Tau ga yang dimaksud dengan pendengar yang baik? Its how you know when you have to give a honest feedback  dan memasang wajah simpati. Dan ga bocor kemana mana.
Dan itulah dia.
Dia, orang yang punya keinginan yang banyak. Memperlihatkan banyak mimpi. Menunjukkan banyak hal-hal baru. Dan setiap mimpi yang dia ingin gapai? Dia selalu berusaha mewujudkannya.
Dia, orang yang paling ragu-ragu yg pernah aku kenal. Bahasa kerennya sih penuh pertimbangan, tapi serius deh. Sifat ragu-ragu dan bimbangnya kadang nyebelin banget.
Dia, seorang penggila futsal dan bola. Entah dalam bentuk olahraga ataupun sekedar games pc. Kalau sudah menyangkut bola, ga ada kata enggalah pokoknya. But, aku akuin he plays well.
Dia, seorang keras hati. Ibu bilang, orang yang susah dibilangin dan sukanya ngetel itu namanya keras hati. And he does!
Dia, memiliki wajah yg menyeramkan ketika bangun tidur, laper dan saat cape. Trust me, his face make you wanna run.
Dia, memiliki mata yang tajam, kadang kadang berubah lembut memberikan ketenangan, namun kadang? Mata nya tampak manja, kadangpula mata itu berkaca-kaca. his eyes will never lie. Setiap dia berbohong, aku bisa liat dari mata itu. (Pssst! Ini r a h a s i a)


Dan Dia, orang yang 3 tahun terakhir ini menghabiskan waktuku. Tempat aku melampiaskan amarahku. Tempat aku belajar menjadi lebih sabar dan dewasa. Menghabiskan cerita bersamaku. Orang yang menemaniku, menjagaku saat aku jauh dari keluargaku. Selalu mengingatkanku hal-hal baik. Orang yang aku ingin selalu dukung disaat semangat itu pudar. Orang yang selalu terselip dalam doa-ku dan sujud-ku.
Dia..