Assalamualaikum wr wb.
Hello fellas, selamat sore. Baru bangun tidur nih (itu juga kebangun karena suara berisik adek adek alay yg ngobrol nya ga bisa ga kayak nelen TOA).
Iya, ini aku lagi d Ponorogo. Sekarang coass sudah sampai stase Kulit dan Kelamin.
Doain ya bisa jadi dokter yg baeek dan bermanfaat nantinya.
Sudah sudah. Sudah cukup ngelanturnya.
Ummm. Entah dari mana harus aku mulai cerita ini. Cerita tentang patahnya hati seorang ibu. Cerita tentang cinta tulus nya seorang ibu.
Beberapa saat lalu, banyak hal telah terjadi di hidupku. Sebenarnya aku hanya pemerhati dalam masalah ini. Aku bahkan orang luar dalam masalah ini sebenarnya. Hanya saja turut merasakan rasa pedih akan masalah yg telah terjadi dalam keluargaku.
Dulu, seorang yg sangat terlihat hebat dengan kelembutannya, tutur katanya, imannya serta pola fikir dewasanya telah menjadikannya sosok idaman untuk-ku. Dan menjadi contoh untukku.
Dulu, bagaikan pengganti seorang ayah dan ibu. Menjaga aku, sedari aku kecil, menemaniku dan bahkan memandikanku. Memori kecil yg masih teringat bersamanya adalah, kita pernah nonton monster Inc bareng, atau nonton superman bareng (meski akhirnya aku ketiduran di tengah film), atau pergi ke kota Jambi naik travel dan dia memangku-ku karena tau aku pasti tidur dalam perjalanan. Im his little girl.
Itu yg ada dalam ingatanku saat mengingat dirinya yg DULU.
Aku tau semua yg terjadi dalam hidup ini merupakan ketetapan-Nya.
Sangat tau itu. Dan bahwa kita manusia di bumi ini hanya harus memainkan peran terbaik kita sesuai keinginan-Nya agar kita bisa lulus drama ini dan kemudian berbahagia abadi disana. Surga-Nya.
Tapi, diibaratkan Surga adalah sebuah berlian indah di dasar laut. Dan kita adalah penyelam. Dunia adalah lautannya, kita menemukan banyak keindahan selama pencarian berlian ini. Kita temukan terumbu karang, kita temukan putri duyung.. Sampai sampai kita lupa, bahwa tujuan utama kita adalah berlian.
Astaghfirullah..
Mungkin, ini yg sedang terjadi pada dirinya sekarang. Dia sedang lupa peran peran baik yg harus dia lakukan.
Mungkin, dia sedang lupa bahwa dia seorang penyelam yg harus menemukan berlian, bukannya asik bermain bersama putri duyung.
Mungkin.
Tetapi, bukankah itu fungsi keluarga? Untuk selalu mengingatkan?
Mungkin untuk yg satu ini, ibu ku berdiri di barisan terdepan.
Sungguh, tak sanggup rasanya aku melihat tatapan kosong dari ibu.
Tak sanggup rasanya aku melihat, tangisannya di malam hari saat berdoa pada-Mu.
Tak sanggup rasanya aku mendengar, ibu selalu membela dia, berusaha melihat sisi baik dari dirinya yg masih tersisa.
Tak sanggup rasanya aku, melihat ibu sakit..
Tapi mungkin ibu benar.
Ini semua adalah rencana Allah. Semua yg telah terjadi, telah Allah rencanakan dan yakinlah ini akan berakhir baik. Karena, Allah selalu menyiapkan rahasia indah dibalik semua cobaan. InshaAllah.
Now, with a little piece of this broken heart, may Allah always be with us. And may Allah always be with you..
P.S. : one day i'll make letter for you, AM